“BERANI MEMBACA, BERANI MENULIS, KEARIFAN LOKAL BUDAYA NUSANTARA” Oleh M. Adib Fanani, S.Pd

BERANI MEMBACA,
BERANI MENULIS,
KEARIFAN LOKAL BUDAYA NUSANTARA

Karya M. Adib Fanani, S.Pd

 

Membaca dan menulis?, mendengar kata itu sebagian masyarakat merasa alergi bahkan tidak suka. Terbayang buku yang tebal, jumlah halaman, dan tulisan. Hal ini wajar karena bangsa Indonesia lebih senang menonton daripada membaca ataupun menulis.

            Budaya membaca dan menulis (literasi) merupakan tonggak kemajuan bangsa. Masyarakat dan intelektual pendidikan diharapkan untuk aktif membaca, menjadi opinion leader, dan melakukan publikasi terhadap tulisannya. 

Jangan takut menulis!

            Menulis itu sungguh mengasyikkan. Kita mulai dari yang disukai. Kemudian yang kita kuasai. Bahan menulis yang tersedia dan mudah dijadikan tulisan. Jadi, jangan membatasi kemampuan diri dengan mengatakan, “Aku tidak bisa”!

            Bagaimana pedoman menulis? Dipaksa, bisa, terbiasa, dan luar biasa. Awal menulis pasti ada keraguan dan ketakutan. Butuh proses mencoba berkali-kali sampai bisa. Apabila sudah bisa menulis, kita akan merasa terbiasa. Akhirnya bisa menghasilkan banyak karya tulisan luar biasa. 

Menulis semudah tersenyum!

            Senyum itu mudah. Begitu juga menulis itu mudah. Hanya membutuhkan fokus dan keberanian. “Energi paling hebat, yaitu energi langit”. Saya yakin di pikiran masing-masing individu terdapat ide yang genius. Amat disayangkan apabila ide hanya berhenti di kepala. Tanpa pernah berpikir untuk disampaikan kepada orang lain. Siapa tahu dengan mengamalkan ide genius dalam bentuk tulisan, kita dapat merubah nasib sesama. Cara mengamalkan ide genius kita bisa melalui tulisan.  

Guru menulis?

            Guru adalah tenaga profesional di bidang pembelajaran. Wajib memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.

Pada satu kesempatan saya diminta menghadap pimpinan. Selanjutnya, pimpinan memberikan amanah, saya mengikuti pelatihan “Satu Guru, Satu Buku” penerbit buku Litera bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Jawa Pos. Tujuan pelatihan ini sungguh mulia. (1) Mendorong tenaga pendidik untuk berkarya, berupa tulisan agar bermanfaat untuk anak bangsa, (2) memfasilitasi tenaga pendidik dalam berkarya melalui buku dan media massa, dan (3) mengapresiasi karya guru berupa tulisan, agar menjadi inspirasi penerus pendidik di masa mendatang.

            Terlintas di benak saya slogan guru “digugu lan ditiru”. Guru digugu atau dipercaya menyampaikan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi anak didiknya. Guru juga ditiru bertingkahlaku sebagai tauladan. Nah dari sini, saya menjalankan amanah memberanikan diri mengikuti pelatihan tersebut. 

Kearifan lokal budaya nusantara?

Alhamdulillah, atas izin dari Tuhan, doa orang tua, dukungan pimpinan, dan bimbingan mentor saya bisa menghasilkan buku Kearifan Lokal Budaya Nusantara (Sebuah Konsep, Teori, dan Implementasinya).

              Bab 1  memahami konsep budaya, seni, dan keindahan.  Dalam bab ini menjelaskan apa itu budaya, unsur, wujud, pranata, sistem nilai, ragam budaya. Nilai, fungsi, dan prinsip seni serta jenis keindahan. 
              Bab 2 menganalisis dan menerapkan apresiasi klasifikasi seni. Meliputi seni rupa, musik, tari, dan teater. Penyusunan naskah lakon bersumber dari cerita rakyat.          
              Bab 3 merancang dan mengkreasi kearifan lokal budaya nusantara dan budaya mancanegara. Apresiasi naskah Diam karya Mistari, HS.S cerita folklor Sakera budaya Pasuruan. Tambahan pula, apresiasi kesenian Jaranan sebagai wujud pelestarian budaya.

Kiat efektif menulis!

            Di bawah ini beberapa kiat efektif menulis:

  1. Emang Gue Pikirin (EGP) Ala Prof. Wahyudi

Artinya, langkah yang paling mudah untuk menulis adalah menulislah. Langsung menulislah apa saja yang ingin Anda tulis! Jangan memperdulikan apakah tulisan Anda baik ataupun tidak, bermanfat ataupun mubazir. Hal yang penting adalah menulislah dahulu. 

  1. Jangan selalu percaya dengan mood.

Mood adalah suasana hati yang dapat dipengaruhi rangsangan dari luar yang kita terima. Ada mood baik (good mood) dan mood buruk (bad mood). Jangan mempercayai mood dalam menulis. Menulislah kapan pun, di mana pun, situasi apapun. Mood baik bisa menjadi tulisan, mood buruk juga menjadi tulisan.  

  1. Jadilah manusia 100 %.

Menulislah dengan sepenuh hati bukan setengah hati.

  1. Menulis itu fokus, faktual, dan fungsi.

Fokus dan luangkan waktu untuk menulis. Menulis berdasarkan fakta yang terjadi. Menulis dengan merinci fungsi dari apa yang kita tulis. “Melihat, menerapkan, menyimpulkan, dan mencipta”.

  1. Menulis harus kekinian.

Tulislah hal-hal yang baru. Oleh karena masyarakat pembaca menyukai hal-hal baru.

  1. Menulis dengan 4 (AS) dan shodaqoh.

KERJA KERAS dalam menulis mampu menghasilkan tulisan. KERJA CERDAS dengan belajar dari tulisan karya orang-orang terkenal. KERJA TUNTAS menulislah dengan tuntas mulai awal hingga selesai dan tulisan dibaca masyarakat. KERJA IKHLAS penulis tidak pernah berharap untuk terkenal, dapat uang, ataupun kepentingan lain. Jadikan sebuah tulisan bentuk syukur kepada Tuhan. Ikhlas itu sirri dari hati yang bisa mengalahkan popularitas dan kekayaan. KERJA SHODAQOH menulis untuk memberikan sumbangsih pengetahuan kepada sesama dan orang lain.

                   Ayo sekarang saatnya Anda menulis. Kita bersama mencerdaskan bangsa, ber-shodaqoh melalui tulisan. “Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, Satu buku akan bisa menembus berjuta kepala”.

Guru SMK pasti bisa! Berani membaca, berani menulis, berani mengukir prestasi untuk negeri. Melihat, menerapkan, menyimpulkan, dan mencipta kearifan lokal budaya nusantara.

 

 

Identitas Penulis          : Muhammad Adib Fanani, S.Pd.

Email Penulis               : adib.fanani.cs@gmail.com

No Telepon                   : 085649290196

Instansi Penulis           : SMK Negeri 2 Sukorejo Kab. Pasuruan

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *